Shadow

Hamparan Safana Doroncanga Diduga Terjadi Perampokan Pasir

Dompu – Hamparan luas Safana Doroncanga terletak di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB diduga kuat terjadi perampokan pasir (Galian C). Penjarahan terjadi karena minimnya daya kontrol pemerintah setempat akibatnya lokasi Geopark milik Kabupaten Dompu ini diambang kepunahan.

Hamparan Safana Doroncanga. Dok – Bang Chan.

Salah seorang aktivis Gerakan Pemuda Marhainis (GPM) biasa sapa Sonk mengatakan, aset daerah Bumi Ngahi Pahu dijarah setiap harinya sehingga jangan heran mulai dari jalan raya hingga jembatan selalu rusak lantaran pasir diambil tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Tiap hari hampir 20 truk pasir keluar dari Kecamatan Pekat. Pertanyaan nya apakah ia kendaraan pengangkut pasir mengambil pada CV yang sah saja? Walaa hu alam,” kata Sonk pada wartawan Mata Warta, Selasa (28/7/20) sekira pukul 17.00 Wita.

Kata dia, akan lebih tepat Pemerintah membuat Portal guna mengontrol aset daerah tersebut. Cukuplah Gunung Tambora yang kini kian lama terlihat gundul. Sekarang ladang safana dilirik pula untuk dihancurkan.”Wisata Hodo wajib dibuat Portal. Sehingga terarah oleh Pemerintah melakukan kontrol pergerakan oknum mengambil galian C,” katanya.

Lanjut pria satu anak ini, dari 8 Kecamatan di Kabupaten Dompu, Pekat adalah Kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa besarnya. Faktanya daerah itu dikenal dengan tebu berlimpah, penghasil kopi, padang safana yang luas dan penghasil laut.

“Kecamatan Pekat diibaratkan ladang mas yang kurang dikontrol oleh Pemerintah setempat. Walau kami ketahui pengambil kebijakan terkait galian C adalah wewenang Provinsi namun Pekat milik Kabupatrn Dompu,” cetusnya.

Dirinya tidak melarang siapapun mengambil hasil alam akan tetapi harus jelas legalitasnya yang tentu Pemerintah wajib mengatur segalanya agar tercipta keseimbangan dalam kehidupan ini.

“Semua kegiatan telah diatur oleh Pemerintah. Dan selanjutnya pemerintah mau peduli atau tidak semua itu tergantung dari niatan masing masing orang,” cetus Sonk. (Bang Chan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *