Shadow

Mahalnya Harga Rokok, Saiman Tanam Tembakau

KABUPATEN DOMPU- Tanaman Tembakau merupakan salah satu kebutuhan orang banyak. Sebagian besar masyarakat Indonesia perokok, dengan mahalnya harga rokok sangat diyakini tembakau akan jadi prioritas utama dikejar oleh orang.

Petani Tembakau, Saiman. Dok – Bang Chan.

Salah seorang petani Tembakau Saiman (42 tahun) warga Desa Rababaka Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB ini mengeluhkan mahal nya harga rokok. Oleh sebab itu dirinya bertekat menanam tembakau.

“Punya tembakau sendiri untuk apa beli rokok. Terilham dari pemikiran ini saya menanam tembakau,” kata Saiman, pada wartawan Mata Warta dikebunnya, Rabu (12/8/20) sekira pukul 16.20 Wita.

Sekarang impian itu terwujud, faktanya dengan luas lahan lebih kurang 50 are tanaman ini tumbuh subur. Tidak ada yang sulit dikehidupan sekarang, ilmu sudah digemgaman tangan. Tinggal buka google apa saja keinginan pasti bisa termasuk cara tanam tembakau.

“Tanaman tembakau sudah tumbuh subur di lahan perkebunan. Tentu dengan hasilnya nanti saya tidak perlu beli rokok karena ada tembakau hasil tanam sendiri,” jelas Saiman.

Kata Saiman, panen tembakau ini mampu 2 kali seminggu. Satu pohon bisa dipetik daun nya selama dua bulan. Satu keunggulan menjadi petani tembakau yaitu tidak sesulit seperti tanam Jagung. Hanya saja satu minggu pertama wajib diperhatikan Penyiraman.

“Usia tanaman satu minggu kita wajib menyiram dua kali sehari. Dan bahkan seusia ini kita harus memberikan pupuk Urea, Za dan SP36,” ungkapnya.

Di minggu seterusnya tidak terlalu secapek seperti minggu pertama. Ingin mendapat hasil yang bagus lanjut Saiman, tanaman ini selalu dijaga dari serangan hama seperti Belalang dan Ulat.

“Bila ditemukan hama kita bisa membasmi dengan obat Smack atau Regent. Obat ini banyak dijual di toko Pertanian,”

Harapannya, Pemerintah harus hadir untuk menjawab kebutuhan petani tembakau yaitu dengan ketersediaan pasar bagi petani sehingga ada jaminan harga dari hasil tembakau.

“Harapan saya Pemerintah jangan hanya fokus pada Jagung saja mengingat komoditi tembakau semakin banyak di Kabupaten Dompu,” harapnya. (Bang Chan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *