Shadow

Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak Terjadi, Ibu-ibu Mulai Khawatir dan Takut

Kabupaten Dompu.- Apa yang ada dalam pikiran bila menjadi ibu dari anak-anak yang mana saat ini seringnya terjadi korban pemerkosaan anak dibawah umur?

Ibu tiga anak Astiati (44 tahun) warga kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB yang ditemui wartawan mengakui was was dan takut. Ketakutan akan keselamatan anak dari ancaman lelaki hidung belang.

“Saat ini tingkat kejahatan asusila sangat meningkat sehingga menjadikan momok menakutkan bagi kami seorang ibu,” kata Astiati, Selasa (23/3/2021) sekira pukul 10.00 Wita saat dikonfirmasi di taman Kota Dompu.

Sementara pemerhati anak, Siti Aisyah menegaskan untuk kasus asusila anak dibawah umur agar dihukum seberat-beratnya karena kejadian ini udah dibatas normal. Salah satu contoh kasus yang terjadi di Dompu dan Bima seorang anak kecil diperkosa dan mati.

“Di Dompu setelah diperkosa korban pun dibunuh, hal sama juga terjadi di Bima bahkan pelaku tega melakukan aksinya memperkosa dan korban digantung didepan kamar kost,” ungkapnya.

Sehebat apapun orang tua menjaga anaknya ketika kejahatan tidak diberikan efek hukuman berat maka kejahatan terhadap korban asusila dibawah umur akan semakin banyak.

“Di pemberitaan itu kejadian ini terjadi dalam rumah saat orang tua sedang bekerja di luaran,” katanya.

Hal senada yang disampaikan seorang istri anggota DPRD Ida Iswarini menyarankan untuk selalu mengontrol pergerakan anak baik dalam rumah maupun dilingkungan masyarakat.

“Kita sebagai orang tua harus pandai pandai mengatur antara pekerjaan dan tugas sebagai ibu, seperti menyapa anak, menanyakan keberadaan dan bila perlu video call,” kata Ida.

Faktor lingkungan pun harus bisa beradaptasi dengan tetangga. Saat jauh dari rumah tentunya ada tetangga yang bisa dimintai tolong untuk memantau kondisi anak di rumah.

“Begitupun anak, kita harus memberikan nasihat agar memakai pakaian yang sopan (bagi anak perempuan) berpakaian sopan bukan saja untuk dalam rumah justru diluar rumah pun wajib,” ucapnya.

Menurutnya, kejahatan muncul dari pandangan melihat sesuatu yang fulgar. Bilamana anak anak ini memakai hijab, pakaian sopan yang menutup aurat maka pandangan mata lelaki tidak terlalu bernafsu.

“Mari kita mengontrol anak dari perilaku, pakaian dan memperkuat akhlak agama nya. Mengingat ancaman bukan saja datang dari dalam rumah dan bisa juga terjadi diluar rumah,” tuturnya. *Bang Can

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *