Shadow

Ekonomi

Olahan Kelor, Dulu Diabaikan Sekarang Jadi Uang

Olahan Kelor, Dulu Diabaikan Sekarang Jadi Uang

Ekonomi
MATARAM- Kelor. Semua orang pasti kenal. Tanaman ini mudah dibudidayakan sebagai tanaman pagar kebun dan sawah. Dulu, olahan kelor hanya dijadikan olahan sayur. Pelengkap hidangan dimeja makan. Dari tangan dingin seorang Nasrin H. Muhtar, owner IKM Teh Moringa KIDOM, tanaman kelor diolah menjadi produk olahan kesehatan yang bernilai jual tinggi. Teh Kelor KIDOM adalah produk unggulan IKM ini. Merek dagang KIDOM, artinya Kilo - Dompu. Romansa tanah kelahiran, memang tak terlupakan. Teh Kelor Moringa KIDOM telah populer sampai ke mancanegara. Pesanan terus mengalir sementara bahan baku masih terbatas. Kemitraan dengan berbagai pihak untuk budidaya tanaman kelor terus dilakukan pria paruh baya ini. Menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan yang bernilai uang. Bukan lagi pelengkap ...
Mahalnya Harga Rokok, Saiman Tanam Tembakau

Mahalnya Harga Rokok, Saiman Tanam Tembakau

Ekonomi
KABUPATEN DOMPU- Tanaman Tembakau merupakan salah satu kebutuhan orang banyak. Sebagian besar masyarakat Indonesia perokok, dengan mahalnya harga rokok sangat diyakini tembakau akan jadi prioritas utama dikejar oleh orang. Salah seorang petani Tembakau Saiman (42 tahun) warga Desa Rababaka Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB ini mengeluhkan mahal nya harga rokok. Oleh sebab itu dirinya bertekat menanam tembakau. "Punya tembakau sendiri untuk apa beli rokok. Terilham dari pemikiran ini saya menanam tembakau," kata Saiman, pada wartawan Mata Warta dikebunnya, Rabu (12/8/20) sekira pukul 16.20 Wita. Sekarang impian itu terwujud, faktanya dengan luas lahan lebih kurang 50 are tanaman ini tumbuh subur. Tidak ada yang sulit dikehidupan sekarang, ilmu sudah digemgaman tangan. Tinggal ...
Curahan Hati Boby Geluti Bisnis Ayam Potong

Curahan Hati Boby Geluti Bisnis Ayam Potong

Ekonomi
Dompu - Diwaktu senggang mengajar di SMAN 3 Dompu, Ikhwansyah (38 tahun) atau biasa disapa Boby Desa O,o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB ini menggeluti bisnis Ayam Potong. Profesi ini ia geluti sejak tahun 2014 lalu dan bahkan banyak merasakan suka dukanya menjadi peternak. Kata Boby, dirinya pernah mengalami rugi jutaan rupiah akibat kecurian. Namun, tidak membuat dirinya patah semangat menggeluti usaha ini."Segala usaha pasti ada tantangannya, begitu juga dengan usaha ayam potong," kata pria yang juga anggota BPD Desa O,o ini pada wartawan Mata Warta, Senin (10/8/2020) sekira pukul 15 30 Wita dilokasi ternaknya. Lanjut Boby, pemasukan normal untuk 1000 ekor bisa maraup keuntungan lebih kurang 5 juta. Hasil ini bila tidak mengalami kendala seperti kecurian, terjangkit penyak...
Ibu Hendo Bantu Suami Cari Nafkah Dengan  Cara Jual Jagung Rebus

Ibu Hendo Bantu Suami Cari Nafkah Dengan Cara Jual Jagung Rebus

Ekonomi
Dompu - Ibu Hendo (44 tahun) warga Desa Madaprama Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB ini bantu suami dengan berdagang Jagung Rebus dijalan Negara tepatnya jalur Tekasire. Jualan jagung rebus digelutinya sejak tahun 2013 lalu. Kata dia, hasilnya lumayan untuk menambah uang dapur dirumah. "Cukuplah untuk membeli beras," kata Hendo pada wartawan Mata Warta, Sabtu (25/7/20) sekira pukul 17.00 Wita dilokasi jualannya. Sumber jagung muda itu datang dari Kabupaten Bima yang dimana ada tengkulak membagikan ketiap lapak yang ada disepanjang jalan ini. "Setiap lapak dapat jatah satu karung. Paling tinggi keutungan yang didapat perhari 75 ribu. Dari keuntungan itupun dibantu dari penjualan kopi dan minuman," katanya. Lanjut Hendo, dulunya yang jualan jagung rebus tak ramai, sekaran...
Tanaman Sayur Sistim Hidropinik Karya BPP Woja Siap Dipanen

Tanaman Sayur Sistim Hidropinik Karya BPP Woja Siap Dipanen

Ekonomi
Dompu - Tanaman sayur sayuran dengan sistim Hidropinik hasil karya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB siap panen. Salah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Riwo Nurdin, S.ST, mengatakan tanaman sayur sayuran jenis Sawi, Pakchoy dan Selada ini siap melenggan dipasaran. "Jenis sayuran sehat dengan sistim Hidropinik ini dapat mengurangi komsumen dari mengkomsumsi bahan kimia," kata Nurdin pada wartawan Mata Warta dikantornya, Rabu (22/7/2020) sekira pukul 19.10 Wita. Ia jelaskan, usaha ini adalah murni usaha swadaya teman teman BPP bertujuan merubah pola pikir masyarakat bertanam tak perlu lahan luas. Bermodalkan lahan sempit bisa menghasilkan uang. "Memanfaatkan barang bekas dan lahan pekarangan rumah bisa juga menghasilkan uang. Se...
Pasutri Ini, Bertani Mampu Sekolahkan 6 Orang Anak Ke Perguruan Tinggi

Pasutri Ini, Bertani Mampu Sekolahkan 6 Orang Anak Ke Perguruan Tinggi

Ekonomi
Dompu - Menjadikannya Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang pria Muhamad Sidik S.Pd atau lebih akrab disapa Ori Sedo yang berdomisili di Dusun Karang Juli Desa Kadindi Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB ini tak gensi menjadi petani sebagai kerja sampingan. Dengan bertani ia mampu sekolahkan 6 orang anaknya hingga ke Perguruan tinggi. Tak tanggung tanggung salah satu anaknya lulusan terbaik di Universitas Gajah Mada dan bahkan salah satu Putrinya telah berhasil lulus di sekolah Poli Teknis Kesehatan, keberhasilan ini semata mata dari hasil pertanian. "Keberhasilan itu tergantung pada sistim mengelola keuangan. Biar banyak usaha kalau tidak pintar mengatur akan hancur juga," kata Ori Sedo pada wartawan Mata Warta, Selasa (21/7/20) sekira pukul 14.30 Wita. Ia akui menjadi ASN gaji...
Menopong Ekonomi Keluarga, Jahrudin Bangun Sarang Walet

Menopong Ekonomi Keluarga, Jahrudin Bangun Sarang Walet

Ekonomi
Dompu - Menopang ekonomi bagi keluarganya, Jahrudin, S.Pd (40 tahun) ini membangun sarang walet dikediamannya di Dusun Bagik Payung Desa Kadindi Barat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB. Dari hasil walet mampu menghasilkan uang lebih kurang 9 juta pertiga bulan dari hasil panen sebanyak 7 ons. Jumlah itu bagi tahap pemula (Bangunan baru), sementara, bagi yang sudah lama mampu menghasilkan 20 kilo per satu kali panen. "Pengepul membelinya satu ons dengan harga 1,3 juta. Dari hasil itu cukuplah buat menutupi kebutuhan keluarga," kata Jahrudin pada wartawan Mata Warta, Kamis (16/7/20) sekira pukul 20.00 Wita. Lanjut Jahrudin, sarang walet miliknya ada dua tempat, satu disamping rumahnya dan satunya lagi dibangun dirumah orang tua di Desa O'o Kecamatan Dompu. Semenjak ada usaha i...
Mulai 8 Juni 2020, PT KAI Operasikan KLB untuk Masyarakat Umum

Mulai 8 Juni 2020, PT KAI Operasikan KLB untuk Masyarakat Umum

Ekonomi
Matawarta.id. - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang operasi Kereta Api Luar Biasa (KLB) hingga 11 Juni 2020, dimana mulai 8 Juni 2020, masyarakat umum sudah diperbolehkan menggunakan KLB tersebut. Perpanjangan KLB ini juga menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub No KA.202/B-291/DJKA/20 tanggal 5 Juni 2020 tentang Rekomendasi untuk Perpanjangan Masa Pengoperasian KLB serta habisnya masa berlaku Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020 pada 7 Juni 2020. “Mulai 8 hingga 11 Juni, layanan KLB dapat digunakan seluruh masyarakat dengan melengkapi syaratsyarat tertentu,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus. Senin (08/06/20). Untuk membeli tiket KLB, calon penumpang tetap diharuskan bebas dari Covid-19 dengan
Rangga Babuju Menjawab Anjloknya Harga Unggas Dengan Menu Siap Saji Yang Unik

Rangga Babuju Menjawab Anjloknya Harga Unggas Dengan Menu Siap Saji Yang Unik

Ekonomi, Headline
KOTA BIMA.- Pandemik Covid-19 mempengaruhi berbagai lini kehidupan. Baik sosial, budaya, agama, politik hingga ekonomi. Masyarakat diminta untuk berdiam diri dirumah, tapi ketahanan pangan keluarga menjadi persoalan. Berbagai bantuan yang disuguhkan negara (Pemerintah) belum mampu menjadi solusi yang tepat. Kondisi ini, 'menggoyang' kondisi sosial ekonomi daerah. Sejak pandemik Corona menjangkit hingga NTB dan pelosok daerah, hampir seluruh kegiatan usaha ekonomi mikro dan makro 'mati suri'. Terlebih saat Bulan Ramadhan kali ini. Usaha budidaya unggas misalnya, merasakan dampaknya. Panen jagung pun ikut berimbas. Usaha kuliner dan takjil tidak seramai tahun - tahun sebelumnya. Para Pelaku Usaha antara khawatir dan gelisah. Daya beli masyarakat menurun. Deflasi sekaligus inflasi pun ...
Sayur dan Buah Hasil Petani di Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia

Sayur dan Buah Hasil Petani di Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia

Ekonomi, Nasional
Lombok - Pandemi Covid-19 memberikan berkah sendiri bagi sektor Hortikultura. Permintaan masyarakat akan buah maupun sayuran saat ini mengalami peningkatan yang cukup tajam. Tidak terkecuali hasil produksi petani cabai di kaki Gunung Rinjani, Lombok NTB yang kini banyak diminati hingga mancanegara. Bahkan masyarakat setempat, terutama yang kehilangan mata pencaharian banyak terbantu dengan meningkatnya permintaan ekspor cabai ke Negara Jepang." Mereka kami berdayakan untuk bantu sortasi dan pemetikan pangkal cabai. Kami harus menyiapkan 8,4 ton cabai untuk pengiriman ke Jepang," ujar Ketua Kelompok Tani setempat, Etty Suryaningsih melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/04/20). Etty mengatakan, kendati tengah dilanda Pandemi Covid-19, permintaan ekspor cabai tetap stabil. “Ming