Shadow

Menumbuhkan oreantasi ekonomi bagi petani jagung di masa yang akan datang

Oleh : Sadam AB

Ringkasan eksekutif .

Oreantasi produksi jagung yang dimiliki oleh para petani jagung di sector pertanian kabupaten Dompu. Memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap petani yang di tandai dengan pertumbuhan angka pembelian dan penjualan produk. Pertumbuhan profibilitas petani, pertumbuhan kualitas produk dan peningkatan inovasi produk. Sementara itu, sisi lain yang menarik dari kajian ini adalah orentasi harga yang lebih banyak direfleksikan oleh petani sebagai risk-taker, Dimana petani percaya bahwa pertumbuhan pada pasar membawa sebuah kesempatan yang positif terhadap petani jagung. Penerapan sumber daya manusia (kelompok tani) tidak memilik hubungan yang signifikan terhadap kinerja petani, sehingga penerapan sumber daya manusia (kelompok tani) bukan merupakan variable mediasi antara oreantasi pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam memberikan pelatihan dan pembekalan khsusus dalam hal pengambilan kebijakan ekonomi.

Sadam ab, Status; mahasiswa Pascasarjana hukum bisnis universitas Nasional Jakarta dan Juga pengurus besar badan pengelola latihan himpunan mahasiswa Islam. (BPL PB HMI ). Foto – Ist.

Pendahuluan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan produksi jagung. Hal tersebut dibuktikan pada hasil produksi yaitu Negara berkembang memiliki ketahanan pangan yang inovatif. Aktifitas yang inovatif dari petani jagung mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terserap dan mengurangi jumlah pengangguran. Hal tersebut, bisa dilihat pada target kementrian pertanian produksi jagung tahun 2021 bisa mencapai 22,5 juta Ton.

Perubahan lingkungan yang cepat mendorong para petani untuk memiliki orentasi yang berkomitmen pada proses pertumbuhan produksi jagung yang inovasi dan sikap pro aktif terhadap pertumbuhan yang terjadi. Peluang-peluang di masa depan memiliki kemungkinan tidak sesuai dengan batasan harga yang strategis. Kompetensi yang di butuhkan untuk memasuki peluang persaingan baru pada akhirnya mengharuskan setiap kelompok tani untuk mamadukan kompetensi-kompetensinya dalam menghadapi persaingan harga tersebut. Hal tersebut tidak hanya di hadapi oleh petani jagung. Tetapi juga bagi pemerintah daerah, pada akhirnya inovasi, sikap proaktif dan juga keberanian dalam pengambilan resiko dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang dalam pasar.

Baca Juga :  Pancasila dan Indentitas: Menangkal Paham Radikal di Kalangan Generasi Bangsa

Pengembangan sumber daya manusia (kelompok tani) di perlukan untuk peningkatan keterampilan dan kreatifitas yang dapat menunjang inovasi pada petani jagung. Dengan adanya keberanian untuk bersatu diharapkan dapat menjadi penentu harga sebagai orentasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pendekatan dan metode

Hasil kajian ini menyatakan bahwa oreantasi harga memiliki hubungan signifikan dan positif dengan kinerja petani di kabupaten Dompu. Hal tersebut membuktikan bahwa petani jagung bersikap inovasi, proaktif dan berani mengambil resiko dalam usahanya memiliki kinerja yang baik. Semakin baik orentasi harga maka akan semakin baik pula usaha meraka. Petani jagung yang inovatif dan proaktif mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan persaingan usaha. Dalam hal ini para konsultan kelompok tani dan/atau petani jagung di Dompu dan dinas pertanian memiliki peran dalam melakukan pembinaan dan memberika informasi mengenai berkembangan pasar, sehingga para petani terpicu kesadaranya untuk bersikap inovasi dan proaktif.

Dari hasil penelitian, sikap berani dalam mengambil resiko, petani memiliki peran yang paling besar terhadap pertanian. Hal tersebut perlu diimbangi dengan adanya laporan harga nasional dan kebutuhan pasar terutaman dalam kebutuhan industry pakan. Oleh karna itu, perkiraan kebutuhan jagung untuk pakan pada tahun 2021 mencapai 10,76 juta Ton. Hal tersebut terdiri dari industry pakan unggas sebesar 7,04 juta Ton. Serta peternak unggas mandiri 3,71 juta Ton. Apabila produksi bisa mencapai 22,5 juta ton, artinya untuk industry pakan seharusnyua cukup.

Baca Juga :  Pembehentian Sekdes Bolo Eksekutif dan Legislatif Beda Pandangan

Dengan demikian kelompok tani dan/atau petani bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka waktu yang akan datang, dengan keberanian dan inovasi untuk bersatu dalam menentukan harga serta pertumbuhan ekonomi akan menjadi penentu bagi mereka. Pemerintah daerah juga dapat melakukan kerja sama dengan perusahan yang menyediakan system pengadaan dan pembelian produks.

Dari hasil penelitian ini juga diketehaui bahwa penerapan sumber daya manusia (kelompok tani) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja petani disektor prodiksi jagung di kabupten Dompu. Hal tersebut dapat menjadi dasar bahwa pemerintah daerah melalui dinas pertanian atau lembaga terkait untuk memberikan pembinaan tidak hanya terhadap petannya saja tetapi juga terhadap kelompok tani. Para kelompok tani melalui pembinaan diharapkan dapat meningkatkan produktifitas yang berdaya saing. Peningkatan produktifitas harus di iringi dengan peningkatan harga penjualan, pemerintah daerah dalam hal ini melakukan pembinaan secara bersekala, yaitu dengan cara menetapkan perda bahwa penjualan jagung harus melalui kelompok tani agar harga jagung dapat ditentukan oleh mereka atau sebaliknya, dengan demikian pengusaha tidak dapat memainkan harga sesukanya saja.

Melalui Perda tersebut kelompok tani dapat melakukan kerja sama dengan petani dan perusahan untuk meningkatkan perekonomian jangka panjang.

Implikasih dan rekomendasi.

Berdasarkan penelitian ini di rekomendasikan model pembinaan kelompok tani ksususnya di sector pertanian jagung secara terpadu sebagaimana dijelaskan pada model di bawah ini.

Baca Juga :  Pilkada Untuk Menyatukan, Bukan Memecah Belah

Pemerintah daerah, kelompok tani dan pihak perusahan memiliki peran yang cukup penting dalam perkembangan produk pertanian yang produktif. Pemerintah daerah melalui dinas pertanian dan/atau dinas terkait miliki peran dan kewaiban dalam melakukan pembinaan usaha pertaniaan agar dapat meningkatkan kinerja meraka. Dalam hal pembinaan produk dan pasar dengan demikian pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pihak perusahaan. Hal tersebut dapat memudahkan pemerintah dalam melakukan pemetaan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Di sisi lain, dengan adanya produk pertanian jagung yang terus meningkat dapat memberikan kontribusi daerah dan Negara dengan meningkatkan pendapatan daerah. Hal tersebut menjadi salah satu hubungan timbal balik antara pemerintah dan petani jagung.
Kelompok tani juga memiliki peran dalam melakukan pembinaan kepada petani, di kabupaten Dompu pembinaan yang di lakukan kelompok tani salah satunya adalah kelompok yang perduli terhadap pertumbuhan ekonomi. Bekerjasama dengan kepada desa masing dan juga pengembangan usaha desa.

Dengan demikian, diperkirakan dengan adanya sentuhan pemerintah daerah melalui peraturan daerah dan pihak kelompok tani, serta masyarakat yang mayoritasnya adalah petani jagung dan di dukung oleh perusahaan terkait dapat menentukan harga maksimum untuk jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi akan menentukan kesejahteraan masyarakat serta miminimalisir kesenjangan sosial baik dari segi kebutuhan pokok maupun dari segi kebutuhan lainya. Oleh karna itu sudah saatnya pemerintah daerah mulai menyentuh kebijakannya dengan merendahkan telingan sambil mendengarkan aspitrasi masyarakat dan berpegang teguh pada konstisusi bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *