Shadow

Hukrim

Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Ini Rincian Kerugian Negara Akibat Ulah Mantan Kadis Pertanian Kabupaten Bima

Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Ini Rincian Kerugian Negara Akibat Ulah Mantan Kadis Pertanian Kabupaten Bima

Headline, Hukrim
Kabupaten Bima.- Tipikor Satreskrim Polres Bima menetapkan tersangka kasus (Saprodi) program cetak sawah baru dengan dilanjutkan program bantuan pemerintah (banpen) berupa sarana SAPRODI (sarana produksi) yang bersumber dana APBN melalui Dirjen PSP Kementrian Pertanian. Dari hasil penyidikan Unit TIPIKOR Satreskrim Polres Bima menemukan fakta kejadian. Bahwa benar Adanya pada tahun 2016 Dinas Pertanian Kabupaten Bima mendapat program cetak Sawah Baru dengan dilanjutkan  program bantuan Pemerintah (Banpem) berupa bantuan SAPRODI (Sarana Produksi), yang bersumber dari Dana APBN melelaui Dirjen PSP Kementerian Pertanian Kepada Dinas Pertanian Propinsi sebagai KPA dan Dinas Pertanian Kabupatena Bima. Selaku PPK bantuan tersebut di peruntukan kepada masyarakat kelompok Petani yang ter
Bacok Warga Tambe, Pemuda Ini Diringkus Polisi

Bacok Warga Tambe, Pemuda Ini Diringkus Polisi

Hukrim
Kabupaten Bima.- Pulang dari Kota Bima dan hendak ke Dusun Lara Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Idra Jaya (25) warga Desa Tambe dibacok oleh FI (21) warga desa yang sama di depan SDN Sila 3 Desa Rasabou Kecamatan Bolo, Minggu (6/6) sekitar pukul 21.00 Wita kemarin. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian lengan bawah siku, luka  gores di bagian punggung sebelah kiri, dan luka gores di lengan bagian atas siku kanan. Kapolsek Bolo AKP Hanafi mengungkapkan, korban saat itu pulang dari Kota Bima dan hendak ke Dusun Lara Desa Tambe menggunakan motor. Setiba di depan SDN Sila 3 Kecamatan Bolo, tiba-tiba pelaku menghadang korban menggunakan sebilah parang yanng sudah terhulus dari sarungnya. “Karena dihadang, korban berhenti serta turun dari motornya. Lal
Biadab, Oknum Kepala Sekolah di Kota Bima Diduga Cabuli Lebih dari 10 Siswinya

Biadab, Oknum Kepala Sekolah di Kota Bima Diduga Cabuli Lebih dari 10 Siswinya

Headline, Hukrim
Kota Bima.- Sejumlah siswa di SDN 30 Kota Bima Provinsi NTB diduga dicabuli oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) setempat HS. Tidak tanggung-tanggung, Kasek bejat itu bahkan telah mencabuli lebih dari 10 orang siswa di bawah umur di sekolahnya itu. Salah satu keluarga korban  H (20) mengungkapkan, motif yang menimpa adik bungsunya berawal dari oknum kepsek berpura-pura menanyakan uang saku kepada Bunga (bukan nama asli). Lalu bocah berumur kurang lebih 10 tahun tersebut dipegang-pegang bagian vitalnya. Lebih lanjut dia mengatakan, kepsek tersebut memanggilnya untuk mendatangi dirinya. Dengan polos anak kecil itu menghampiri kepsek itu. "Lalu kepsek itu panggil adik saya dan merogoh kantongnya lalu memegang-megang bagian sensitifnya," ujarnya. Ia meminta kepada pihak yang berw
Dugaan Kuat Pengaruh Narkoba, AG Nekat Cabuli Anak Kandungnya

Dugaan Kuat Pengaruh Narkoba, AG Nekat Cabuli Anak Kandungnya

Headline, Hukrim
Kota Bima - Diduga makai narkoba pria berinisial AG (43 tahun) warga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima NTB ini mencabuli darah dagingnya sebut saja namanya Bunga (19 tahun). Dari pengakuannya Bunga bahwa ia kerapkali dicabuli oleh ayahnya dalam kamar sejak tahun 2016 lalu masa itu dirinya masih duduk di bangku sekolah kelas III SMP. "Pertama kali AG menyentuhnya sejak Tahun 2016 hingga 2021 ini," kata Bunga pada wartawan, Rabu (2/6/2021). Pengakuan Bunga, kronologis awalnya AG menyuruh mengurut pada kedua kaki namun saat itu kaki pelaku digesek gesekan kebagian Paha Bunga. Tidak sampai disitu, pelaku juga nekat masuk ke kamar Bunga mencium dan menindihnya. "Beruntungnya, saya pun spontanitas bangun dan melawan AG yang hendak memperkosa saya," ungkap Bunga. Di dalam kamar...
Rekaman CCTV Dugaan Begal Akatsuki Tidak Bisa Dijadikan Alat Bukti

Rekaman CCTV Dugaan Begal Akatsuki Tidak Bisa Dijadikan Alat Bukti

Hukrim
Kota Bekasi .- Rekaman CCTV (closed circuit television) pada peristiwa pembegalan di Jl. Perjuangan Teluk Pucung Kota Bekasi yang diduga dilakukan oleh geng motor Akatsuki pada tahun lalu, tidak bisa dijadikan alat bukti petunjuk. Hal itu dikatakan Usman S.H., M.H., Ketua Tim Kuasa Hukum LKBH IBLAM (Institute Business Law & Management) sebagaimana disampaikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi pada Selasa (25/5/21) di ruang persidangan. "Majelis Hakim menyatakan bahwa alat bukti CCTV itu tidak bisa jadi alat bukti petunjuk, sehingga tidak bisa dihadirkan dalam proses persidangan perkara yang kami tangani," ucap Usman selaku Kuasa Hukum dari para terdakwa, Minggu, (30/5/21). Alat bukti petunjuk CCTV dalam pemeriksaan penyidik di Kepolisian Sektor (Polsek) Bek...
Pelaksanaan Proyek Rehab Irigasi Seniai Rp.3,4 M di Bima Diduga Langgar Prosedur

Pelaksanaan Proyek Rehab Irigasi Seniai Rp.3,4 M di Bima Diduga Langgar Prosedur

Hukrim
Kabupaten Bima.-  Pekerjaan proyek rehabilitasi irigasi Bontokape yang berlokasi di Desa Timu Kecamatan Bolo Bima NTB menuai sorotan keras. Pasalnya, Mega proyek dengan anggaran senilai Rp. 3,4 M yang bersumber dari Pemerintah Pusat dan Alokasi Dana Umum (DAU) yang dikerjakan oleh PT. Graha Bima Konstruksi tersebut banyak ditemukan pelanggaran. Berdasarkan pantauan sejumlah awak media  dan anggota LSM KAPAK NTB di lokasi proyek, ada sederet masalah yang diduga dilanggar oleh pelaksana proyek yang menjadi catatan penting. mulai dari soal campuran semen, bahan material seperti batu yang diduga diambil di sekitar lokasi proyek, hingga bascam sebagai tanda adanya proyek besar yang masuk pun tak didirikan. Terkait persolan tersebut, Direktur LSM KAPAK Syamsul Rizal yang juga ikut melakuka
KPK Sita Setumpuk Uang Saat OTT Bupati Nganjuk

KPK Sita Setumpuk Uang Saat OTT Bupati Nganjuk

Headline, Hukrim, Nasional
Nganjuk.- Bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Nganjuk. Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat turut terjaring dalam OTT tersebut atas dugaan korupsi lelang jabatan. Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Melansir dari detiknews pada Senin (10/5/2021), tampak setumpuk uang sitaan KPK dari Bupati Nganjuk tersebut. Berdasarkan keterangan salah satu sumber dari KPK , uang tersebut merupakan suap terkait lelang jabatan untuk Novi. Ia menyebutkan, Novi menetapkan sejumlah nominal uang bagi yang ingin memperoleh jabatan. “Untuk camat Rp 100 juta, untuk staf hingga Rp 50 juta,” terangnya, Senin. Kendati demikian, KPK hingga kini belum merilis
Diduga Terlibat Kasus Korupsi Lelang Jabatan, Bupati Nganjut Kena OTT KPK

Diduga Terlibat Kasus Korupsi Lelang Jabatan, Bupati Nganjut Kena OTT KPK

Headline, Hukrim, Nasional
Nganjuk.- Bupati Nganjuk  Novi Rahman Hidayat terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK Dikutip dari nesiatimes.com, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya peristiwa tangkap tangan oleh KPK di Kabupaten Nganjuk. “Benar, KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk,” jelasnya, Senin (10/5/2021). Menurut Ghufron, OTT tersebut terkait adanya dugaan bahwa Novi terlibat tindak pidana korupsi dalam lelang jabatan. Namun, Ghufron tidak menjelaskan secara rinci kapan OTT tersebut berlangsung. Ghufron juga mengaku belum bisa membeberkan informasi lain seperti bukti-bukti dalam OTT tersebut. Saat ini kata dia, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait hasil dari OTT tersebut. Ghufron mengatakan pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan terhadap uang dan siap
Kasus Investasi Bodong 2 tahun Mangkrak di Polres Tangsel, Tersangka Ros Intan Kebal Hukum?

Kasus Investasi Bodong 2 tahun Mangkrak di Polres Tangsel, Tersangka Ros Intan Kebal Hukum?

Hukrim
Jakarta.- Apa kabar kasus investasi bodong Bos Skylight Ros Intan? Meski sudah menjadi tersangkah dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan senilai milyaran rupiah, toh hingga kini Ros Intan seperti tak tersentuh hukum. Sejumlah alat bukti dan saksi sudah menjadikan Ros Intan ditetapkan tersangka oleh Penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya, namun hingga kini  Dirut PT Skylight itu masih melenggang bebas. Entah mengapa Ros Intan seperti kebal hukum? Meski terjerat kasus dan berstatus tersangka, Ros Intan namapak seperti tidak terganggu dengan status hukum yang tengah disandangnya. Aktivitas glmour Ros Intan justru seperti sengaja dipamerkan melalui medsos pribadi  –seolah sengaja mengejek— para pelapor yang berniat memenjarakan dirinya. Dalam satu momen, Ros Intan memamerkan dirinya
Sebelum Pukul Imam Masjid, Pelaku Minta Agar Sholat Dibetulkan

Sebelum Pukul Imam Masjid, Pelaku Minta Agar Sholat Dibetulkan

Headline, Hukrim
Pekanbaru.- Imam Masjid Baitul Arsy, Jalan Srikandi Pekanbaru, korban pemukulan Juhri Ashari Hasibuan, sempat ditanya oleh pelaku Deni Ariawan. Dikutip dari kumparan.com, saat itu, pelaku yang sudah berada di samping ia berdiri sebagai imam Salat Subuh, Jumat (7/5/2021), berkata, bisa dibetulkan tidak salatnya. “Pertama ada yang menepuk pundak saya, saya terkejut juga kenapa ada orang di depan saya. Dia bilang bisa dibetulkan tidak salatnya? Habis itu di pukul wajah saya,” ungkap Juhri Ashari Hasibuan. Kata dia, peristiwa itu terjadi ketika ia sedang memimpin Doa Qunut di rakaat kedua Shalat Subuh. (Baca: Sedang Khusyu Sholat Subuh, Imam Masjid Ini Dipukul) Ketika itu, pelaku dengan leluasa masuk ke dalam masjid dan merangsek menuju shaf terdepan melewati gampang tanpa h