Shadow

Direktur CV Media Kita: Direktur RSUD Dompu Itu Baru Bangun Tidur

Kabupaten Dompu – Direktur CV. Media Kita menuding Direktur RSUD Kabupaten Dompu baru bangun tidur. Kontrak sudah berjalan beberapa tahun dinilai cacat dan hingga keluar surat pemutusan sepihak.

Direktur CV. Media Kita Arifin SH, Foto – Bang Chan.

Direktur CV. Media Kita Arifin SH, sangat kecewa dan merasa dirugikan, sementara perjanjian kontrak sudah jelas masa berlakunya hingga tahun 2024. Bukan saja itu, pengelola parkir dituduh tidak pernah membalas surat dari pihak RSUD sedangkan faktanya surat tersebut telah dibalas dan bahkan beberapa kali pertemuan kedua belah pihak.

“Management Media Kita selalu kordinasi dengan Direktur RSUD. Kami memiliki bukti rekaman maupun dokumentasi pertemuan itu,” kata Arifin pada wartawan Mata Warta, Kamis (23/9/2021) sekira pukul 09.00 Wita.

Koordinasi komunikasi dengan pihak RSUD selalu lancar. Masalah surat yang ke dua terkait permohonan lahan parkir dan fasilitas CV. Media Kita sudah dibalas dan diterima oleh pegawai RSUD.

“Lantas dari sisi mana kami mengindahkan surat dari RSUD ini. Adapun tiap awal tahun kami menyetor ke management RSUD sebanyak 20 juta sesuai perjanjian kontrak dibayar dimuka,” ungkapnya.

Kata dia, sebelum diterbitkannya surat kontrak tentu ada kesepakatan kedua belah pihak, artiannya tidak ada yang dirugikan baik RSUD maupun pengelola parkir. Dalam hal ini pihaknya berstatus sah sebagai mengelola parkiran hingga batas akhir kontrak tahun 2024 depan.

“Pada pasal 13 perjanjian penyelesaian di kontrak perjanjian poin 2 yaitu Bila penyelesaian tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka diminta bantuan penyelesaiannya kepada pihak lembaga pemerintah terkait dan atau LBH setempat. Namun ini tidak dilakukan oleh pihak RSUD,” jelasnya.

Ketika ada masalah, juga diatur pada pasal 9 poin e berbunyi “Hal hal yang belum diatur dalam surat perjanjian kerjasama ini akan diatur kemudian dalam bentuk perbaikan berdasarkan hasil kesepakatan kedua belah pihak. Namun pihak RSUD juga mengabaikannya dengan dalil pemutusan sepihak.

“Kalau ada surat pemutusan kontrak tentu ada masalah, ketika ada masalah dalam pasal sudah diatur. Akan tetapi pihak RSUD mengabaikan semua itu. Tidak ada kontrak di atas kontrak,” cetusnya.

Sementara Direktur RSUD dr. Alif Firyasa Maulana yang hendak dimintai tanggapan oleh wartawan, dirinya sedang memenuhi panggilan Wakil Bupati.”Maaf pak wartawan saya ke Pendopo dulu,” kata Direktur. (Bang Chan).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.