Shadow

Dugaan Kuat Pengaruh Narkoba, AG Nekat Cabuli Anak Kandungnya

Kota Bima – Diduga makai narkoba pria berinisial AG (43 tahun) warga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima NTB ini mencabuli darah dagingnya sebut saja namanya Bunga (19 tahun).

Ilustrasi. Foto Google.

Dari pengakuannya Bunga bahwa ia kerapkali dicabuli oleh ayahnya dalam kamar sejak tahun 2016 lalu masa itu dirinya masih duduk di bangku sekolah kelas III SMP.

“Pertama kali AG menyentuhnya sejak Tahun 2016 hingga 2021 ini,” kata Bunga pada wartawan, Rabu (2/6/2021).

Pengakuan Bunga, kronologis awalnya AG menyuruh mengurut pada kedua kaki namun saat itu kaki pelaku digesek gesekan kebagian Paha Bunga. Tidak sampai disitu, pelaku juga nekat masuk ke kamar Bunga mencium dan menindihnya.

“Beruntungnya, saya pun spontanitas bangun dan melawan AG yang hendak memperkosa saya,” ungkap Bunga.

Di dalam kamar sempat terjadi kegaduhan pertengkaran antara Bunga dan AG, atas kejadian tersebut niat jahat AG yang hendak memperkosa gagal dengan adanya perlawanan dari Bunga.

“Hanya saja pertengkaran itu saya terluka di bagian kepala dipukul oleh bapak,” jelasnya.

Kini, Bunga berstatus mahasiswi. Atas kasus yang menimpanya ia mengadu ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak, namun tidak dilaporkan ke kepolisian karena Bunga sebagai korban dan ibunya masih berharap pelaku mau berubah.

Baca Juga :  Sebelum Pukul Imam Masjid, Pelaku Minta Agar Sholat Dibetulkan

“Sebagai anak saya berharap AG mau berubah oleh sebab itu kami tidak mengadukan ke Polisi,” imbuhnya.

Celakanya, lanjut Bunga di tahun 2017 kelakuan AG semakin meningkat yang saat itu kemaluan Bunga disentuh oleh AG di dapur. Dan sebelumnya dia (pelaku red) terlebih dahulu mengirim via sms dengan mengancam akan membunuh jika tidak memenuhi keinginannya.

“Bukannya tobat justru AG sesudah memakai Narkoba saya selalu mendapat pelecehan seksual dari AG,” ceritanya.

Terakhir Bunga dilecehkan sebelum Ramadhan 2021 dikamar mandi yang saat itu Bunga sedang mandi sementara AG tega memperlihatkan kemaluan depan anaknya sedang mandi.

“Bahkan selesai mandi saya diciumnya. Beruntungnya kejadian itu terlihat oleh Ibu dan langsung menegurnya,” cetus Bunga.

Awal kasus ini terungkap ke publik, ditanggal 21 Mei 2021 ia memberanikan diri mengirim isi percakapan berisi pelecehan seksual kepada seorang temannya.

“Dari teman saya itulah kasus ini dinaikkan ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) kota Bima dan ditindaklanjuti dengan laporan Kepolisian pada tanggal 22 Mei 2021,” ceritanya.

Sementara ketua KPPA kota Bima, Salmah M. Nur pada wartawan membenarkan adanya pengaduan pelecehan seksual disertai bukti via SMS.

“Kami langsung melakukan usaha perlindungan terhadap korban pelecehan seksual atas dugaan pelaku AG ayah kandung dari korban Bunga,” katanya.

Baca Juga :  Korban Dugaan Penipuan BANK BRI Dompu Kerap Mendapat Ancaman

“Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Bima kota untuk diperiksa lebih lanjut,” tuturnya. (Bang Chan).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *