Shadow

Fasda Pembelajaran INOVASI Pendidikan Kabupaten Bima Ikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Program GEMAR Literasi

Workshop peningkatan kapasitas Fasda Pembelajaran Program GEMAR Literasi INOVASI

Kota Bima.- Sebanyak 15 Fasda Pembelajaran Program INOVASI Pendidikan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas Fasda GEMAR Literasi yang diselenggarakan oleh Mitra INOVASI di aula SMAN 1 Kota Bima. Kegiatan itu berlangsung selama 2 hari sejak Sabtu hingga Minggu (29-30/5).
Manager Program Mitra INOVASI Dr. Syarifudin, S. Si., M.Pd menyampaikan, pada program INOVASI Pendidikan fase 2, INOVASI tidak hanya masuk di sekolah sekolah. Namun juga akan masuk di desa-desa yang ada di Kabupaten Bima. Karena itu, Fasda sebagai garda depan program tersebut perlu mendapatkan pelatihan untuk mengetahui kondisi literasi di desa dan upaya upaya dalam memajukan literasi di desa.
“Pelatihan ini adalah program kami, sebagai mitra INOVASI,” ujarnya.
Kata dia, desa dianggap perlu untuk dilobatkan dalam meningkatkan literasi anak, mengingat tingkat literasi anak di pelosok pelosok masih rendah. Sekolah nanti diharapkan akan berkolaborasi dengan desa untuk meningkatkan literasi anak.
“Ada hambatan yang berat di desa tentang literasi anak. Makanya perlu diajak berkolaborasi,” katanya.
Untuk saat ini, ada 9 desa di 3 kecamatan yang menjadi sasaran program tersebut. Yakni di Kecamatan Sape 3 desa yaitu Desa Sari, Jia dan Parangina, di Kecamatan Monta yaitu Desa Doro O,o, Rupe dan Dumu, di Kecamatan Langgudu Desa Sondo, Tolo Tangga dan Tangga Baru.
Ia mengungkapkan, di masing masing desa itu, nanti akan dibentuk juga relawan literasi yang terdiri dari perangkat desa, warga dan juga mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima yang berada di desa setempat.
“Saat ini, baru Desa Sari dan Doro O,o yang sudah memiliki relawan literasi,” ungkapnya.
Relawan literasi itu nantinya akan bekerja bersama dengan Fasda INOVASI dan sekolah untuk meningkatkan literasi anak.
“Nanti, para kepala sekolah, guru, dan relawan literasi akan diberikan pelatihan juga,” bebernya.
Fasda Pembelajaran INOVASI Abd. Rahman, M.Pd mengatakan, pada pelatihan itu peserta mendapatkan pengetahuan baru. Salah satunya tentang desa, yakni proses penyusunan anggaran kegiatan di desa dan ruang INOVASI untuk memasukan program literasi di desa.
Hal itu memang terbilang cukup berat mengingat Fasda harus bisa berkoordinasi dengan meyakinkan desa untuk memasukan program literasi dalam pos penganggaran program kerja desa.
“Cukup berat sih, tapi Insya Allah akan bisa diwujudkan,” ujarnya.
Kata dia, pada pelaksaannya nanti semua guru dan kepala sekolah yang ada pada sekolah sekolah di 9 desa sasaran akan menjadi relawan atau pion penggerak majunya literasi di desa.
“Pada 9 desa sasaran. Ada 25 sekolah yang terdiri dari SD dan MI,” katanya.
Gerakan melibatkan desa, guru, kepala sekolah maupun masyarakat untuk memajukan literasi ini disebut Gerakan Masyarakat Sadar (GEMAR) Literasi. *Ela

Baca Juga :  Pemkab Bima Ikuti Upacara Hardiknas Secara Virtual
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *