Shadow

INOVASI Bersama Dikbudpora Kabupaten Bima Gelar Sosialisai Uji Coba Dashboard Pendidikan Inklusif

Kabupaten Bima.- INOVASI bersama Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Bima menggelar sosialisai uji coba Dashboard Pendidikan Inklusif tahap II dan Pelatihan Pengawas SD/MI, SMP/MTs se Kabupaten Bima pada Senin (18/04) di aula SKB Kabupaten Bima.

Sosialisai Uji Coba Dashboard Pendidikan Inklusif Tahap II

Kegiatan itu dihadiri oleh puluhan pengawas yang ada di Kabupaten Bima. Selain itu, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Bima Zunaidin, S.Sos. MM dan Kabid Dikdas dinas terkait Husnul Khatimah, S.Fil.

Salah seorang pemateri Rafiuddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahap pertama yang dilaksanakan pada tahun 2021. Pada kegiatan kali ini dilakukan sosialisasi penggunakan aplikasi Kobo ToolBox sebagai aplikasi yang digunakan untuk mendata siswa yang berkebutuhan khusus di masing-masing sekolah.

“Ini tindak lanjut dari kegiatan tahap pertama tahun lalu,” ujarnya Fasda Mers INOVASI itu.

Kata dia, dengan menggunakan aplikasi tersebut data siswa tersebut akan terintegrasi dengan banyak dinas dan sistem. Termasuk nanti akan terintegrasi dengan Dukcapil dan Provinsi. Setelahnya, nanti akan terbaca grafik data per sekolah tentang anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Ada berapa anak, lalu identitasnya dan jenis kebutuhan khususnya apa.

Ia melanjutkan, data itu nanti akan digunakan sebagai inforamsi oleh para guru dalam memberikan materi dan metode pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus tersebut. Kemudian, bagi kepala sekolah, data dijadikan rujukan dalam mengambil kebijakan dalam pengalokasian anggaran Dana BOS.

“Data ini juga jadi acuan para pengawas dalam memberikan pengawas terhadap proses pembelajaran anak di sekolah tersebut nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima Zunaidin, S.Sos. MM mengatakan, keterlibatanan banyak pihak sangat penting dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan yang ada di Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut dianggap sangat penting karena setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Kadis berharap kepada semua pengawas yang hadir dalam kegiatan tersebut bias menyampaikan secara detai kepada para kepala sekolah dan pengawas tentang hasil pelatihan tersebut. Sehingga sekolah benar-benar bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan baik.

“Saya juga minta ibu Kabid Dikdas agar mengumpulkan datanya nanti dalam bentuk hard copy ya untuk kita pelajari,” imbaunya. *Ela

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.