Shadow

Investasi Industrialisasi Budidaya Ikan Salmon di Nusa Tenggara Barat

Penulis: Rusdianto Samawa, Pendiri Teluk Saleh Institute.

Gubernur NTB Bersama Penulis dan Para Wirausahawan Lainya. Foto – Ist

“Beberapa investor, saya coba pertemukan dengan Gubernur NTB Bang Zul. Terutama dari Norwegia. Negara yang sudah berhasil budidaya Ikan Salmon untuk pasokan dunia Semoga ini berhasil membawa NTB sebagai Provinsi nomor wahid budidaya Ikan Salmon. Tentu harapannya: mobilisasi logistik pangan MotorGP 2021, Rencana Event Balap Sepeda Internasional di Sumbawa, Pembangunan Tol Laut Kayangan – Poto Tano berjarak 41km dan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong di Kawasan Ekonomi Perikanan Teluk Santong. Ini harapan kita semua agar NTB kedepan menuju Kegemilangan.”

Kedatangan investor Norwegia pada November lalu ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bertemu dan bersilaturahmi dengan Gubernur NTB yang bervisi Gemilang itu: Bang Zulkiflimansyah. Berkunjung ke NTB membuka peluang investasi.

Saya sendiri bersama seluruh stakeholders perikanan di Sumbawa berusaha suport seluruh proses data yang diperlukan. Rencana penempatan Budidaya tersebut di sekitar Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.

Walaupun masih penjajakan dan saling mempelajari potensi terhadap wilayah, rencana pelabuhan, kedalaman air, kadar air, fasilitas pendidikan internasional, fasilitas ibadah, dan kawasan tempat budidaya yang membutuhkan sekitar 30 hektar lahan.

Meyakinkan investor sangat sulit, butuh skill dan kemampuan lobi yang baik. Tentu speech yang kita sampaikan: Teluk Santong memenuhi standar pengembangan Budidaya Ikan Salmon kelas Internasional.

Baca Juga :  Pendidikan di era Covid-19

Rencana besar investasi budidaya ikan salmon di wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB). Merujuk kepada hasil meeting pada tanggal 14 Desember 2020 lalu, guna kelancaran program kerjasama yang akan dilakukan dengan pihak Norway yang membutuhkan: titik koordinat dan deliniasi area untuk dapat dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya salmon di darat maupun di perairan Nusa Tenggara Barat

Selain itu, perlu kesiapan kapasitas Pembangkit Listrik/ Output daya sekitar 15 – 20 MW. Tentu, pertimbangan lain mempelajari tingkat elevasi laut pada wilayah sebesar 30 Ha disekitar Teluk Santong.

Hal yang lebih penting dalam investasi budidaya ikan Salmon yakni sarana prasarana pendukung di sekitar wilayah Teluk Santong seperti air laut dalam, kualitas perairan laut, akses fasilitas utama: Portland Land, Dermaga, Talud, Jalan, Tempat parkir, Saluran Drainase.

Fasilitas Fungsional yang tak kalah jauh lebih penting: Listrik & Instalasi , SPBU, Pagar Perimeter, Gedung Perkantoran, Sekolah International, Gedung Lelang Ikan, Balai Pertemuan Nelayan, Packing Room, Pembuatan Mesin Generator, Penampungan Ikan, Sumber Air, Tempat Penampungan Nelayan (Colstorage), Menara Air, Kios, Reservoir Air, Toilet Umum, Ruang Doa, dan Rumah Penjaga.

Kebutuhan fasilitas diatas, merupakan standar yang diperlukan dalam investasi budidaya ikan salmon. Sebagaimana, standar keberhasilan budidaya di Norwegia yang berkualitas tinggi hingga di ekspor lebih dari seratus negara.

Baca Juga :  Narkoba di Biskota FM dan Inovasi Gila Hurri Nugroho

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang persiapkan standar tersebut. Tentu kedepan, memerlukan kerja keras dan ketekunan mengelola usaha Budidaya Ikan Salmon, apabila sudah direalisasikan.

Bisa jadi NTB kedepan dapat menghasilkan ikan salmon yang di ekspor keseluruh negara didunia. Norwegia melirik NTB karena kecocokan wilayah dan infrastruktur yang tersedia. Harapannya, NTB menjadi produsen Ikan Salmon di dunia dengan menguasai sekitar 30 dari kisaran 70 persen pasar dunia.

Proses yang dilakukan untuk menghasilkan salmon terbaik tentunya melalui jalan panjang yang dimulai dengan pemilihan benih, tempat yang cocok dan kesediaan teknologi yang modern serta terdapatnya ruang laboratorium yang dikontrol secara ketat.

Visi industrialisasi NTB Gemilang sangat bersesuaian dengan keinginan investasi budidaya ikan salmon. Karena prosesnya harus didukung dengan teknologi tinggi ilmu pengetahuan dengan menggunakan alat pantau secara komputerisasi.

Pemanfaatan sumber daya laut di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) harus dikelola dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Rencana masuknya, investasi industri perikanan budidaya ikan Salmon dari Norwegia tersebut menjadi berharga untuk dapat dikembangkan.

Pelaku usaha dan ekonomi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan bisa melihat peluang-peluang kerjasama investasi. Bagi pemerintah NTB, investasi pada industri perikanan merupakan tulang punggung daerah pesisir Pulau Sumbawa. Perikanan, budidaya laut dan kegiatan pengolahan ikan menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  Penaklukan Kebo Iwa oleh Gajahmada, Massa Awal Majapahit Hingga Keruntuhannya

Pemerintah daerah Provinsi NTB akan cukup mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dengan memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki sehingga dapat dijadikan contoh (role model) oleh daerah lainnya, dalam manajemen perikanan yang baik.

Semoga kedepan, rencana investasi industri perikanan budidaya ikan Salmon di Teluk Santong, Sumbawa Besar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangani secara serius dari hulu hingga hilir, sehingga bisa benar-benar maju dan patut menjadi lumbung kesejahteraan masyarakat.

Semoga rencana budidaya ikan Salmon ini berhasil membawa NTB sebagai Provinsi nomor wahid budidaya Ikan Salmon. Tentu harapannya, dapat menunjang mobilisasi logistik pangan MotorGP 2021, Rencana Event Balap Sepeda Internasional di Sumbawa, Pembangunan Tol Laut Kayangan – Poto Tano berjarak 41km dan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong di Kawasan Ekonomi Perikanan Teluk Santong. Ini harapan kita semua agar NTB kedepan menuju Kegemilangan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *