Shadow

Kejaksaan Tinggi NTB Tetapkan 12 Tersangka Kasus Korupsi

Mataram.- Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Tomo, SH telah menetapkan 12 tersangka Kasus Korupsi dari 3 Perkara Korupsi yang telah ditingkatkan pada Tahap Penyidikan pertengahan tahun ini.

Ilustrasi. Foto – Google.

Penandatanganan Surat Perintah Penetapan Tersangka tersebut dilakukan, Rabu 22 September 2021 setelah Team Penyidik Pidsus Kejati NTB melakukan Ekspose Perkara dihadapan unsur pimpinan Kejaksaan Tinggi NTB pada Selasa, 21 September 2021.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB. Dedi Irawan, SH.,MH menjelaskan, Ketiga perkara tersebut adalah Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada rehabilitasi Gedung Asrama Haji Tahun Anggaran 2019 dengan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangam Negara sebesar Rp. 2.651.636.702,-, dan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU pada RSUD Lombok Utara Tahun 2019 dengan perhitungan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 1.757.522.230,33 serta Dugaan Penyimpangan Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD Lombok Utara dengan perhitungan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 742.757.112,79.

“Masing-masing tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara tersebut yakni untuk Perkara Dugaan Korupsi pada Rehabilitasi Gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun Anggaran 2019 terdiri dari 3 (tiga) orang Tersangka dengan inisial yaitu AAF selaku Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun 2019, DEK sekaku Direktur CV. Kerta Agung dan WSB, woraswasta.” ungkapnya.

Sementara, kata Dia, Tersangka pada Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU RSUD Kab. Lombok Utara Tahun 2019 yang terdiri dari 4 orang tersangka, masing-masing dengan inisial, SH, selaku Direktur RSUD KLU, EB, selaku PPK pada Dikes KLU, DT, selaku Kuasa Direktur PT. Apromegatama. (Penyedia), DD, selaku Direktur CV. Cipta Pandu Utama ( Konsultan Pengawas).

Selanjutnya Tersangka pada Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD KLU ditetapkan 5 orang Tersangka dengan inisial SH, selaku Direktur RSUD KLU, HZ, selaku PPK pada RSUD KLU, MR, selaku Kuasa PT. Bataraguru (Penyedia), LFH, selaku Direktur CV. Indomulya Consultant (Konsultan Pengawas), DKF, selaku Staf Ahli CV. Indo Mulya Consultant.

Dengan telah ditetapkannya tersangka pada ketiga perkara korupsi ini maka tahapan selanjutnya team Penyidik Pidsus Kejati NTB akan melakukan pemeriksaan Tersangka mulai pekan depan beserta tindakan penyidikan lainnya.” tuturnya. (TIM).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.