Shadow

Kendaraan Antik 80 an, Dokar Riwayatmu Kini

KABUPATEN DOMPU – Cidomo atau kendaraan tradisional yang dikenal sebutan Benhur ini sangat langka dijumpai terutama di daerah Bumi Ngahi Rawi Pahu. Gerobak yang ditarik oleh Kuda itu kini tinggal menghitung tahun akan hilang dari peredaran jaman.

Cidomo (Henhur). Foto – Bang Chan.

Heri Mabella, salah satu warga Kelurahan Karijawa Kabupaten Dompu NTB pada wartawan Mata Warta mengungkapkan, kendaraan Benhur sering dinaiki sekitar tahun 80 an. Saat itu sewaktu ke sekolah harus naik Benhur.

“Kendaraan umum yang ada Benhur dan Bemo kota. Ongkosnya juga murah meriah hanya 100 rupiah peranak,” kata Heri, Minggu (6/12/2020) sekira pukul 20.00 Wita.

Kata dia, kendaraan seperti itu untuk sekarang ini hanya dibuat jualan sayur-sayuran dan ikan, ada juga sebagai gerobak pengangkut pasir. Kalaupun ada Benhur untuk penumpang mungkin tinggal beberapa aja itupun jarang terlihat.

“Dokar hilang dari peredaran karena udah adanya Ojek, taxi online dan Bemo kota,” tuturnya.

Sementara Ama La Dola, mantan sopir Dokar mengatakan, perawatan kendaraan Dokar agak rumit ketimbang Motor. Selain sulitnya mencari makan Kuda bisa menimbulkan bau tak sedap karena munculnya bau dari kotoran Kuda.

“Oleh sebab itu kami lebih memilih jadi Ojek ketimbang merawat Dokar. Dulu, sepulang cari duit kami wajib memberikan makan kuda, sementara motor hanya rajin isi BBM aja,” katanya.

Baca Juga :  Lama Tak Dibelai, Seorang Ibu di Bima Cabuli Anak Kandung

Selain itu, seiring waktu berjalan dunia ini semakin maju. Tidak sulit mau kredit motor atau roda empat. Makanya jangan heran Benhur maupun Dokar hilang dari peredaran. Dulu kendaraan Dokar adalah kendaraan bergensi (mahal). Kata tetangga memiliki kendaraan Benhur dianggap kaya.

“Jaman serba praktis, serba instan. Di jaman ini para penumpang maunya cepat dan akan sangat rugi memiliki Dokar lagi,” cetus pria yang berprofesi ojek ini. (Bang Chan).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *