Shadow

Kepala SMPN 3 Sanggar Bantah tak Beri Jam Ngajar Guru Karena Beda Pilihan Politik

Tampak depan SMPN 3 Sanggar. Foto: Ist

Kabupaten Bima.- Kepala SMPN 3 Sanggar Sirajudin S. Pd membantah kalau ada kaitan politik atas tidak diberikan jam kepada salah satu oknum guru yang mengajar di sekolah setempat seperti yang di beritakan media ini sebelumnya.

“Nggak ada unsur politik, mereka tak diberikan menganjar karena atas ulah dan ucapannya,” ungkapnya. Senin (4/5/2021).

Baca Juga Disini: Diduga Karena Beda Pilihan Politik Saat Pilkada, Guru SMPN 3 Sanggar Tidak Diberk Jam Ngajar

Ia menceritakan, atas ucapan kasar oknum guru itu di group WhatsApp, dirinya sudah memaafkan. Selain itu, ia sudah menyuruh orang untuk menjemput kerumahnya oknum guru tersebut, namun tetap oknun guru itu tidak datang ke sekolah.

“Pada saat rapat dan sebelumnya sudah diberikan jam nganjar kepada oknum guru itu, tapi bahasa kasar kembali oknum itu ucap di group WhatsApp,” beber kasek.

Selaku kasek dan manusia biasa, ia telah memberikan jam, bahkan udah dijemput tetap oknum guru itu tidah mau menghadirinya.”Jadi lewat rapat kita bahasnya, akhirnya keputusan rapatlah yang menyebabkan oknum guru itu tidak diberikan jam ngajar.” jelas Sirajudin.

Hal ini juga dibenarkan Humas SMPN 3 Sanggar,Hafidah S. Pd, bahwa hal itu tidak ada kaitan dengan politik. Sebelumnya kasek memberikan jam mengajar, bahkan 20 kali oknum guru tersebut dipanggil hingga ke rumahnya, tapi tetap tidak hadir di sekolah kesekolah.

Baca Juga :  Terapkan Protokol Covid-19, SMPN 3 Donggo Gelar USB

“Walaupun oknum guru itu berkata kasar, kami tetap panggil untuk hadiri rapat waktu pembagian jam ngajat.’ tuturnya.

“Kami tau persis, jadi tidak benar ada kaitannya dengan politik. Itu murni atas ulah oknum guru itu sendiri,” tambahnya. *La Sila

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *