Shadow

Kisruh SK Pindah, Kadis Dikpora Kabupaten Bima: Ini Murni Kelalaian

Kabupaten Bima – Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima-NTB, Zunaidin, S.sos., MM., mengklarifikasi surat SK Dikpora dan meminta maaf terkait SK yang di keluarkan yang memindahkan guru sukarela yakni Abdul Haris, S.Pd.

“Abdul Haris yang mengabdi di SDN Dadibou, akan dikembalikan SK nya dan hak-haknya dalam waktu dekat ini.” Ungkapnya.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima-NTB, Zunaidin, S.sos., MM. Foto – Van.

Katanya, KUPTD dan Kepala Sekolah (kepsek):setempat telah dikomunikasikan atas hal tersebut.”Intinya, Persoalan itu adalah murni kelalaian dan kesalahan kami, dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya tas kekeliruan kepada masyarakat atas kesalahan di Woha ini dan warga kabupaten Bima.” Tuturnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Surat Keputusan (SK) Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima menuai kontroversi. Pasalnya, Kasek SDN Dadibou menganggap SK tersebut sebuah SK Pindah (Mutasi) di lingkup SDN Dadibou Kecamatan Woha. SK oknum Guru Honorer atas nama Abdul Haris, S.Pd ke SDN Inpres Rabakodo Kecamatan Woha membuat dirinya tidak paham atas sikap dan perilaku kedua Kepala Sekolah (Kasek) yakni SDN Dadibou dan SDN Rabakodo.

Salah satu oknum guru SDN Dadibou yang menjadi korban pengangkatan baru pada sekolah lain, Abdul Haris, S.Pd yang di temui, Rabu, 12/05/21 mengatakan bahwa ia tidak tahu sama sekali tentang pengangkatannya itu ke sekolah lain namun justeru ia kaget dengan informasi yang diberikan oleh Pak Ahmad salah satu guru di sekolah setempat yang memberikan SK tersebut

Baca Juga :  SMKN 1 Kuripan Kembangkan Pertanian Terpadu

“Atas dasar dan kesalahan apa yang saya lakukan sehingga saya diangkat lagi menjadi guru honorer pada sekolah SDN Rabakodo?. Padahal saya sudah lama mengabdi di SDN Dadibou. Sementara SK yang asli belum saya terima sama sekali. Tiba-tiba saya diceritakan oleh Pak Ahmad jam: 17:00 WIB, Senin 11/05/21 bahwa saya sudah dipindahkan ke SDN Rabakodo namun sebelum saya melihat SK tersebut,”ujarnya.

“Saya akan klarifikasi dan minta pertanggungjawaban dari pihak Dikbudpora Kabupaten Bima dengan dikeluarkannya SK Pengangkatan yang baru padahal saya sudah lama mengabdi di SDN Dadibou. Saya kan juga punya hak untuk berbicara sepanjang keadilan tidak memihak kepada saya,” jelasnya.

Lain halnya dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pers Reformasi Nasional (Sepernas) Kabupaten Bima, Syamsudin Al-Haq, SH yang ditemui, Kamis, 13/05/21 mengatakan bahwa Kasek SDN Dadibou, Junaidin tidak paham isi surat karena dalam isi SK Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos.MM tidak sesuai dengan pernyataan Kasek SDN Dadibou yang sebelumnya menganggap oknum guru tersebut sudah tidak mengabdi lagi di SDN Dadibou lantaran adanya SK dari Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.

SK Yang Dikeluarkan. Foto – Ist

Lanjutnya, isi SK tersebut yakni Pengangkatan Pegawai/Guru Tidak Tetap Lingkup Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima dengan SK Nomor: 188.4/3417/01.I/E/SD/2021. Anehnya, SK tersebut diterima oleh Kasek SDN Dadibou kemudian diberikan pada pak Ahmad dan dianggap oknum guru di pindahkan ke SDN Rabakodo.

Baca Juga :  Siswa Tetap Belajar Sistim Daring

“Kasek SDN Dadibou diduga memanipulasi data oknum guru padahal oknum guru tersebut sudah lama mengabdi di SDN Dadibou sebelum dia menjadi Kasek. “Aneh sekali apa yang dilakukan oleh Kasek Dadibou menerima SK Pengangkatan Guru Honorer yang dikeluarkan.” Tuturnya. (Van).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *