Shadow

LP IIB Dompu Bina Warga Binaan Fokus Pada Pertanian dan Perikanan

Kabupaten Dompu – Melaksanakan Program Pembinaan Kemandirian bagi penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Dompu fokus pada Pertanian dan Perikanan.

Kepala Lapas IIB Kabupaten Dompu H. A. Halik S. Sos, saat ditemui awak media mengatakan, selain pertanian dan perikanan warga binaan ini juga dididik segala jenis keahlian seperti kerajinan kayu, perbengkelan, las juga menulis tali grafik.

“Semua kegiatan itu masuk pada program Pembinaan Kemandirian,” kata H. A. Halik, Sabtu (17/7/2021) sekira pukul 20.30 Wita.

Lanjut dia, bagi penghuni lapas dididik agar berguna ketika mereka usai menjalani masa hukuman. Bagi para napi berprestasi akan diberi piagam pencapaian, sehingga pada pembebasan nantinya akan berguna, mana buktinya? Buktinya piagam yang didapat dari Lapas.

“Beberapa hasil karya yang telah terbukti yakni Meja, sumpit rokok, tas dan masih banyak yang lain yang sudah kami kirim ke pusat,” katanya.

Kata pria yang hobby Kuda ini, tiap tahun Napi berprestasi akan mengikuti lomba di Pusat, baru baru ini hasil karya yang paling diminati yaitu tulisan tali grafik.

“Ya, sesuai keahlian masing masing penghuni lapas. Segala fasilitas anggarannya dari Kementerian pusat,” ungkapnya.

Sekarang, lapas Dompu telah memiliki produk usaha Kopi Tambora dengan kemasan maupun penggilingan. Usaha ini selain pegawai juga melibatkan warga binaan. Dari usaha tersebut ia mendirikan cafe transit bagi pengunjung keluarga binaan lapas.

Baca Juga :  Alumni Diktukba Polri - II Angkatan XXV 2003 Berbagi Kebahagiaan Dengan Anak Yatim

“Bagi pengunjung akan transit ke cafe sembari menunggu giliran masuk kedalam rutan. Segala fasilitas nya hasil karya anak lapas,” tuturnya.

Selain sosial, pengakuan Kalapas juga memperkuat warga binaannya dengan memberikan pemahaman rohani bagi seluruh penghuninya. Bagi beragama Islam diwajibkan bisa mengaji dan menghapal Alquran (ayat pendek).

“Sebelum COVID-19 kami libatkan pegawai Departemen Agama, sekarang ini pegawai lapas sendiri yang membina nya. Bagi non muslim satu kali seminggu kami hadirkan Pendeta,” ucapnya. (Bang Chan).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *