Shadow

ODGJ di Kabupaten Dompu 584 Orang, Ini Harapan Pemerintah

Kabupaten Dompu – Data Terakhir ODGJ di Kabupaten Dompu mencapai 584 Orang. Hal tersebut disampaikan Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM. M.MKes, saat pembicara dalam Workshop Tim Kesehatan Jiwa Masyarakat (TKJM) Kabupaten Dompu, Selasa (23/11/21) sekira pukul 09.00 Wita di ruang rapat Wakil Bupati Dompu.

Foto Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT Bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu. H. Burhan, SH

Lanjut Maman, ada peningkatan ODGJ di tahun ini. Oleh sebab itu penanganan bagi penderita gangguan jiwa harus menjadi atensi khusus bagi pemerintah dalam hal pengobatan.

“Data di Tahun 2020 ODGJ 558 orang, tahun ini naik 28 orang sehingga totalnya 584 orang,” kata Maman saat rapat TKJM diruang wakil bupati.

Menurutnya, ODGJ harus ditangani secara serius sehingga tidak menimbulkan penderita disabilitas ini mengalami kematian baik bagi diri penderita maupun orang sekitarnya.

“Bila tidak ditangani dengan baik bagi ODGJ bisa berdampak kematian, bunuh diri, disabilitas, menderita, pelanggaran hak azasi, stigma dan diskriminasi,” ungkap Maman.

Adapun ungkapan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu, H. Burhan, SH, masalah gangguan kejiwaan menjadi problem yang cukup kompleks dihadapi masyarakat bahkan penderita gangguan jiwa kerap diremehkan dan juga dibully.

“Penderita ODGJ selalu diremehkan dibully dilingkungan masyarakat,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah kecamatan dan Dinas Kesehatan bisa berpartisipasi membantu masyarakat guna mencegah dan mengobati penderita gangguan jiwa.

Baca Juga :  Ikatan Istri Wakil Rakyat Kabupaten Bima Bagikan Paket Bantuan di Tiga Puskesmas

“Semua pihak harus kompak untuk memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa ODGJ mesti diobati dan disembuhkan melalui pelayanan kesehatan jiwa,” pinta H. Burhan.

Namun sebelum itu, Wakil Bupati (Wabup) Dompu, H. Syahrul Parsan, ST.MT, menyarankan kepada Dinas terkait memberikan penanganan ODGJ agar bisa sembuh dan berfungsi kembali sebagaimana biasanya.

“Selain diobati, kita harus dekati, jangan dijauhi. Mereka pun bagian dari sosial masyarakat hanya saja ada hal yang mengganggu kejiwaan sehingga berperilaku tidak lazim,” jelas Wabup.

Tugas ini bukan bagi pemerintah saja melainkan buat masyarakat maupun keluarga penderita sekiranya ODGJ diperlakukan secara humanis dengan mengobati dan mengkonsultasikan jenis gangguannya di sarana kesehatan yang tersedia.

“Dekati mereka secara kejiwaan, Insyaallah kita bisa mengatasinya dengan baik,” ajaknya.* Bang Chan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *