Shadow

Pendamping Lokal Desa Jadi Orator Aksi Demontrasi di Panda

KABUPATEN BIMA.- Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Desa Panda melakukan demontrasi di depan Kantor Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima NTB. Pada Senin 7 Februari 2022 sekitar pukul 09.50 Wita.

Foto Orator Bersama Massa Aksi di Depan Kantor Desa Panda.

Adapun Tuntutan para demonstrasi Dalam hal ini melalui oratornya yakni Motor dinas Kepala Desa. Massa aksi juga menuntut Gratiskan Iuran Air bersih di dusun kalaki, Kaitan BLT/bantuan langsung tunai TA. 2022 yang di alihkan untuk Masjid dan kaitan UMKM/Penjual Bakulan, juga diminta perhatikan kondisi di Dusun kalaki, harus buat Drainase dan jalan tani.

Tidak hanya itu, massa aksi menuntut Pemerintah Desa setempat urus masalah sampah di desa setempat, pertanyakan kinerja babinsa dan bhabinkantibmas, Atasi Pengangguran di desa, semua program yg masuk ke desa harus dikerjakan oleh rakyat di desa dan Keberadaan Mesin Hand traktor Anggaran 2017 dan mesin samprot Anggaran Covid 2020.

Dari tuntutan massa tersebut Pihak pemerintah Desa Setempat menanggapinya, Kepala Desa Panda Muhammad Said menjelaskan, terkait Motor Dinas, ada kesalahan administrasi yang di lakukan pihak Dieller, sehingga dalam STNK dan BPKB di cantumkan nama pribadi kades dan pihak dieler menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa lagi merubahnya karena laporannya sudah sampai ke pusat. Dan untuk diketahui bahwa laporan penggunaan anggaran itu jelas dalam rangka pembelian motor dinas, desa punya surat pesanan barang dan di kwitansi jelas pembeliannya beserta foto pembelian barang.”Yang pasti motor dinas itu adalah Aset Desa dan akan saya kembalikan jika saya selesai menjabat sebagai kepala desa” ungkap Kades.

Kaitan Iuran air bersih di Dusun Kalaki, Lanjut Kades, Pihak Pemerintah desa setempat tidak mengatur hal itu. Tetapi itu murni dilakukan oleh Panitia Pengelolaan Air Bersih Dusun Kalaki terdiri dari RT/RW/Kadus/BPD/Unsur Tokoh di wilayah Dusun setempat dan Teknis Pengelolaan itu sudah berjalan lama,

“Iuran yang dimaksudkan itu untuk Kebutuhan Pemeliharaan misalnya Bayar Listrik Bulanan, Perawatan Mesin, Pipa Air, dan operasional Panitia Pengelola, karena itu mencakup kebutuhan air seluruh masyarakat di dusun kalaki.” bebernya.

Kaitan BLT Desa yang 40%, jangan terprovokasi dengan isu diluar. Pemdes belum melakukan penetapan BLT Desa sampai hari ini.”Kemarin dalam Proses Musyawarah Desa Hampir Semua Mengusulkan Bantuan untuk 3 Masjid sehingga Karena Ketersediaan Anggaran tidak tercukupi, akhirnya Peserta Forum Menginginkan sebagian BLT di arahkan ke masjid. Tapi Pemdes tidak memberi ruang dan akan tetap menjalankan sesuai regulasi yaitu Wajib BLT 40%.” beber Kades.

Lanjut Kades, Terkait Bantuan Modal Bakulan. Sekali lagi jangan terprovokasi, pihaknya sudah membagi habis semua kepada 30 orang penerima manfaat, bukan 32 Orang.”Saya siap tunjukan semua daftar nama penerima, tanda terima Bantuan oleh penerima dan Foto Serah Terima Bantuan ada semua.” jelasnya.

Dengan tuntutan kondisi Drainase/jalan Tani di Dusun kalaki, ada banyak Kegiatan yang mestinya di akomodir tetapi mengingat anggaran, semua ada batasan, dalam proses perencanaan di tingkat desa menampung usulan, aspirasi dari BPD, RT, RW, Unsur Lembaga dan Unsur Tokoh.” Semua ini ada mekanismenya yaitu melalui musyawarah Desa bukan melalui Demo.” cetusnya.

Selain itu, yang berkaitan proyek masuk Desa, pihaknya tidak punya kapasitas sedikitpun untuk mengatur Program yang Masuk Ke desa, apalagi paksakan agar masyarakat yang memegang/bekerja proyek dimaksud. Karena biasanya program masuk desa sudah jelas pelaksanaannya dalam bentuk system Tender.

“Kalau soal kaitan kinerja babinsa dan bhabinkantibmas, selama ini sudah luar biasa mereka lakukan, selalu mendampingi pemenrintah desa dalam menangani setiap persoalan sosial di desa.” ucapnya.

Kaitan Hantraktor, di tahun 2017 sampai skrg masih Ada, dan yg di percayakan menjadi pengelolaan itu adalah Kelompok Tani Sorigenda. Silahkan Cek di Dusun sana.

Kemudian Mesin semprot tahun 2020 kegiatan Penanganan Covid, ada 5 unit, semuanya masih ada.” Karena musim tanam, kami berikan ruang penuh kepada masyarakat petani untuk menggunakannya, asalkan penuhi syarat yaitu buatkan surat pinjaman dan harus bertanggungjawab jika mengalami kerusakan.” jelasnya.

Kades menambahkan, Oknum Pendamping Lokal Desa Kecamatan Lambitu berinisial N Tidak paham dengan Tupoksi Sebagai tenaga Pendamping.” Saya Selaku Kepala Desa Panda Sangat sesalkan Atas Ulah Oknum PLD yang menjadi orator Saat Aksi Di Kantor Desa Panda.” katanya.

Padahal sebelum pendamping itu melakukan orasi, kades mengaku telah peringatkan lebih awal lewat penyampaian tanggapan. “Saya sampaikan pada ia tidak boleh melakukan orasi karena sebagai pendamping desa, jika itu dilakukan, maka akan melanggar kode etik selaku pendamping desa,.” ungkap kades kades.*TIM.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.