Shadow

Persatuan Buruh Gerobak Minta Kades Woro Segera Lunasi Upah Kerja

Kabupaten Bima.- Persatuan buruh gerobak meminta kepada kepala desa woro segera lunasi hak upah kerja buru gerobak yang belum di bayar janji politik.

Persatuan buruh gerobak (buruh Kusir) mendatangi Kantor Desa Woro Kecamatan Madapangga menggunakan Kuda dan gerobaknya dengan beriring-iringan, hal ini bermaksud untuk mempertanyakan dan meminta kejelasan apa dari tuntutan hak upah kerja para buruh gerobak yang belum dibayarkan sebagian oleh Kepala Desa beserta seluruh jajaran pemerintahannya. Desa Woro, 05 Juli 2021.

Ferdy sebagai kordinator dalam persatuan menuntut Hak upah yang dimaksud adalah hak upah kerja hasil dari muatan material yang bersumber dari 2 (dua) item pekerjaan proyek yang masuk di Desa Woro dari Dana Aspirasi yang telah lunas terbayarkan oleh DPR terkait. Proyek pembangunan fisik yang dimaksud, diantara lain:
1. Pengecoran Rabat Gank dengan Volume ( -/+ 300 Meter).
2. Pengecoran Bahu Jalan dengan Volume (-/+ 300 Meter).

Pengerjaan Proyek Rabat gank dan pengecoran bahu jalan terhitung telah diselesaikan pada tahun 2020. Upah kerja buruh gerobak dengan hitungan jumlah banyaknya muatan yang di angkut terhitung sekitar 40 kali lebih Muatan material yang diangkut oleh buruh gerobak, namun 40 kali lebih muatan tersebut secara keseluruhan upah belum lunas terbayarkan oleh Kades. Kades dianggap telah mengecoh para buruh gerobak dari tidak diabayarnya sisa Upah yang dimaksud.

Baca Juga :  Pemdes Nggembe Salurkan Bantuan Untuk 242 KK Terdampak Banjir

Kemudian berkaitan dengan Kelompok Buruh Gerobak, kades memiliki janji politik dengan pihak buruh gerobak saat masa pencalonan kades. Janji politik antara kedua belah pihak disepakati lengkap dengan Tanda tangan diatas materei 6000 dan beberapa saksi yang juga ikut menandatanganinya. Janji politik yang dimaksud adalah berupa pemberdayaan kelompok kusir gerobak dalam program pembangunan fisik desa, pada bentuk perjanjian tersebut kades dianggap telah mengingkari apa dari isi perjanjian yang telah disepakati bersama dengan tidak menggunakan jasa dan tenaga kelompok gerobak dalam proyek Bronjonisasi yang berlokasi di Desa Woro, sebaliknya Kades mengambil kebijakan untuk memberi ijin masuk jasa armada pengangkutan material dengan menggunakan Mobil Dumtruck, pada sisi lain yang terjadi dilapangan sebelumnya tidak ditemukan buruh kerja proyek yang berasal dari Warga Desa Woro. Padahal jika dilihat dari maksud keberadaan suatu program pembangunan selain sebagai Fasilitas umum yang dinikmati langsung oleh masyarakat, tingkat kesejateraan ekonomi masyarakat bisa diperdayakan dengan menggunakan jasa pekerja masyarakat Desa Woro.

Hal demikian menjadi acuan dasar Kelompok Kusir gerobak untuk menuntut kepada Kepala Desa dan BPD:

1. Segera lunasi hari ini sisa Upah Burug Kusir Gerobak yang belum terbayarkan.
2. Berhentikan sementara proyek yang sedang berjalan dan berikan ruang kerja kelompok kusir gerobak pada lokasi proyek yang sedang berjalan sebagaimana janji politik Kades dengan pihak kelompok kusir gerobak.
3. BPD segera buatkan Perdes yang berkaitan dengan keberlangsungan Sistem kerja pemerintah Desa dengan pihak Kelompok Kusir gerobak.

Baca Juga :  Seknas FITRA Buka Pekan Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat di 2 Desa Binaan

“Abdul Farid. SH Selaku kepala Desa Woro menjelaskan bahwa masalah upah yang belum dibayarkan diakuinya ada sedikit kekeliruan catatan upah yang lupa terhitung dan belum dibayarkan dan akan segera dibayar lunas hari ini”

“Selanjutnya, Abdul Farid juga menjelaskan yang berkaitan dengan kehadiran Program pembangun yang sedang berjalan merupakan program tanggap bencana, dimana keberadaan program tersebut pihak pemerintah desa hanya bersifat mengetahui. Segala kebijakan ijin kerja buruh serta upah ditentukan oleh tim pelaksana proyek”

“Kemudian sebagaimana janji politik yang dimaksud oleh pihak gerobak, Abdul Farid akan segera membicarakan hal demikian bersama pihak BPD agar segera dimuat dalam peraturan desa (Perdes)” Tutup Abdul Farid. (VAN).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *