Shadow

PMII, NU dan Masadepan

Oleh: A. Fandir

Hampir lepas dari perhatian, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) baru saja menyelesaikan Kongresnya yang Ke-XX Tahun secara Hybrit dengan pelaksanaan secara zonasi. Dengan demikian tibalah saatnya PMII kembali mengajak warga pergerakan untuk memperingati hari lahir (HARLAH) PMII yang Ke-61 Tahun.

Tentu saja dalam HARLAH PMII Ke-61 Tahun ini bukan sekedar ajang untuk berlomba-lomba mengadakan acara semegah mungkin yang bersifat sermonial namun ada sisi dimana Kader-kader PMII wabilkhusus warga pergerakan untuk merenung dan napak tilas kembali dalam perjalanan PMII sejak tahun berdirinya 1960 atau permasa khidmat dari tingkat Pengurus Rayon, Pengurus Komisariat, Pengurus Cabang, Pengurus Koordinator Cabang bahkan Pengurus Besar.

Dalam peringatan HARLAH PMII ini paling tidak kader-kader PMII yang terstruktural maupun nonstruktural punya cara pandang tentang PMII, NU dan Masadepan. Walaupun organisasi mahasiswa ini sejak tahun 1972 menyatakan diri sebagai organisasi independen, tetapi setiap orang tentu melihat bahwa organisasi ini sama sekali tidak bisa terlepas dari sumber terbesar potensinya, yaitu masyarakat yang selama ini dikenal sebagai warga NU. Dengan begitu, secara struktural, PMII memang memiliki kesamaan dengan NU. Kenyataan ini memang bukan tidak kenimbulkan problem dan beban, tetapi dalam jangka panjang fakta ini tampaknya akan membawa pengaruh besar terhadap pola interaksi organisasi NU dengan PMII maupun dengan sesama organisasi islam lainnya.

Baca Juga :  Pendidikan di era Covid-19

Sebagai organisasi mahasiswa, PMII memang menyandang misi yang khas. Padanya terpikul beban untuk ikut membawa warganya menyongsong masa depan dengan baik. Dalam misi ini termasuk di dalamnya masalah pengembangan intelektual, kepribadian dan kemampuan untuk berkiprah ditengah masyarakat. Misi semacam ini jelas bukan pekerjaan yang gampang, susana di lingkungan PMII sendiri harus mampu berkembang agar tugas-tugas itu bisa dilaksanakan. Suasana yang menantang, berdimensi jauh kedepan yang mampu membuka cakrawala, itulah yang seharusnya dapat menjadi agenda setiap kepengurusan PMII dimasa depan. Karena itu, seharusnya PMII mampu tampil dengan kerja-kerja yang mendukung misinya.

Harapan penulis yang juga sebagai kader PMII, bahwa dalam momentum Peringatan Hari Lahir PMII Ke-61 Tahun ini membuahkan suatu magnetik untuk saling menyatukan sesuatu secara matang. Semisal memperkuat ghiroh, fikroh dan harokah kader PMII untuk masadepan. Yang berangkat dengan Islam Washatiyah Ahlussunnah Waljama’ah An-Nahdliyah.

Selamat HARLAH PMII Yang Ke-61 Tahun

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *