Shadow

Terduga Pelaku Pengiriman Ilegal Pekerja di NTB Kandas di Tangan Polisi

Mataram.- Dua orang terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang dan atau pekerja migran Indonesia (PMI) diamankan di Mapolda NTB.

Foto Jumpa Pers di Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, Dua pengirim pekerja ilegal tersebut yakni SH dan DH. Mereka diduga terlibat dalam pengiriman orang ke luar negeri yakni Negara Turki.

“Penangkapan kedua tersangka atas laporan dari korban LS yang direkrut pada 2 Juni 2021 lalu di Dusun Kedome, Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) NTB.” Jelasnya. Selasa 11 Januari 2022.

Dibeberkanya, Korban LS direkrut oleh sponsor SH dan pekerja lapangan DH untuk menjadi PMI ke luar negeri, sebagai Pengasuh Manula atau Orang lanjut usia dengan gaji sebesar 21 juta untuk 3 bulannya dan akan diberikan massa kontrak selama 2 tahun.

“Berdasarkan janji para terduga pelaku korban LS bersedia diberangkatkan ke Jakarta untuk pembuatan paspor, dan juga identitas korban LS umurnya lebih tua dari umurnya, sementara LS mendapat uang tif sebesar 3 juta”Ujar Artanto.

Lanjut Artanno, Kurang lebih 2 minggu korban kemudian diberangkatkan ke Negara Turki dan dijemput oleh agen setempat kemudian di pekerjakan ke majikan nya. Selama bekerja korban LS mengalami perbuatan yang tidak menyenangkan berupa sering dicaci maki serta dimarahi tanpa alasan yang jelas.

“Korban ini diperlakukan kasar, tidak tahan dengan diperkakukan seperti itu korban LS melarikan diri menuju KBRI Ankara guna meminta perlindungan dan meminta tolong agar dipulangkan ke negara Indonesia.” bebernya.

Pada tanggal 11 Desember 2021, Sabung Artanto, korban LS dipulangkan oleh pihak KBRI dan selanjutnya melaporkan kejadian dialaminya kepada SPKT Polda NTB.”Berdasarkan laporan korban ini kedua terduga pelaku pada Senin 10 Januari 2022, ditangkap oleh tim Ditreskrimum Polda NTB.”Ujarya.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, pengiriman PMI yang dilakukan SH dan DH adalah Ilegal, tanpa dilengkapi dengan dokumen pengiriman yang sah dari pemerintah setempat. Selain itu data Korban juga dipalsukan, salah satunya umur korban agar diterima oleh pihak Turki.

“Mereka tanpa izin yang jelas, prosedur yang sebenarnya harus melalui Dinas Tenaga Kerja dan berbadan hukum,” Katanya.

Pemalsuan berkas dilakukan kedua oknum tersebut, Polisi masih mendalami kasusnya,”Kami masih dalaminya, apakah ada keterlibatan orang dalam atau hanya mereka yang melakukan hal itu untuk mengelabui petugas.” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Abri Danar Prabawa tidak membenarkan perekrutan tenaga kerja secara perseorangan, harus melalui PT dengan prosedur yang ada.

Langkah tindakan kepolisian tersebut, Ia mengapresiasi tindakan yang diambil, yang telah mengungkap pengiriman PMI secara ilegal di NTB,”Semoga ini akan ada efek jera bagi para pelaku calon PMI lainya.”Harapnya.*Tim.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.