Shadow

Transparansi Bantuan Benih Jagung, LSM-LP3-NTB Dialog Bersama Dinas Pertanian Dompu

Kabupaten Dompu – Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Peduli Pemerataan Pembangunan (LSM-LP3)- NTB dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) dialog terkait transparansi pembagian bantuan bibit jagung untuk Kelompok Tani (Koptan), Kamis (25/11/2021) sekira pukul 09.00 Wita di kantor Distanbun Kabupaten Dompu.

Foto Dialog LSM-LP3-NTB Dialog Bersama Dinas Pertanian Dompu

Bukan saja masalah bantuannya, pihak LSM-LP3 mempertanyakan hasil uji kualitas bantuan bibit jagung karena biaya produksi oleh petani sangat tinggi dan tidak menutup kemungkinan penerima manfaat akan mengalami kerugian.

“Selain penerima jelas oleh kelompok mana legalitas bibit pun harus berkualitas dan bermutu,” kata Fazrin saat dialog ruang rapat Dinas.

Masalah konkrit yang terjadi dilapangan ada dugaan banyak kelompok fiktif dikalangan petani sehingga berdampak bagi kelompok asli kurang mendapatkan bantuan bibit maupun pupuk.

“Dari pengetahuan kami kelompok tani asli memiliki SK Kelembagaan Petani yang dikeluarkan oleh Bupati/Walikota sesuai amanah Permentan 67 Tahun 2016,” ungkapnya.

Berbicara kualitas bibit jagung tentu salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat petani. Ketika bibit tidak layak ditanam masyarakat tani, maka itu hanya menghabiskan anggaran Negara.

“Tidak jelasnya penerima manfaat akan berdampak terjadinya dugaan penggelapan bibit jagung seperti terjadi di Kecamatan Kilo,” tegasnya.

Hal senada yang disampaikan Rio Sulistyo, carut marutnya pembentukan Poktan itu dimulai dari proses pengajuan CPCL sehingga banyak Poktan yang fiktif. Dirinya berkeinginan Distanbun bisa membongkar siapa oknum bermain selama ini yang berdampak pada kurangnya kouta bagi para petani yang seharusnya menerima manfaat.

Baca Juga :  Gubernur NTB Resmikan Pabrik Teh Kelor

“Kami siap membantu kontrol dan pengawalan bantuan pemerintah dan itulah tujuannya meminta data Poktan, sehingga unsur-unsur yang ada di Distanbun juga tidak sampai ada yang terjerat ke ranah hukum,” inginnya.

Adapun tanggapan Plt. Kadis Pertanian, Ir. Syamsuddin, terkait pendistribusian bibit jagung di Kabupaten Dompu tahun 2021 adalah untuk CPCL (Calon Petani Calon Lahan) dan barangnya sudah dilakukan pendistribusian ke Desa-Desa.

“Bantuan bibit jagung itu merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian RI dan Distanbun Provinsi NTB. Tugas Distanbun Dompu adalah mengawal sampai ke titik bagi dan meyakinkan harus sampai tepat sasaran,” jelas Syamsuddin.

Ia akui ada persoalan di UPTD Pertanian di Kecamatan Kilo, yang semestinya penyaluran bibit jagung ke Koptan sejumlah 23 ton namun oleh anggota hanya menyalurkan 21 ton saja. Masalah ini sedang di proses Jaksa.

“Akibat dari persoalan tersebut, saya, Kabid TP Distanbun, Sekretaris Distanbun, Ka UPTD Kilo dan PPL Desa Lasi Kecamatan Kilo dipanggil pihak Kejari Dompu,” akunya.

Ditempat yang sama, Kabid TP Distanbun Dompu Nurhidayat, SST, menjelaskan bantuan yang disalurkan berdasarkan pengajuan PPL dan diajukan sesuai mekanisme hingga turunnya bantuan. Bantuan juga berpengaruh dari kemampuan fiskal negara, karena bukan hanya Dompu sasaran penerima manfaat. Sehingga tidak bisa dipenuhi semua kebutuhan petani di Dompu.

Baca Juga :  Gubernur NTB: Ada Celah Industrialisasi Ditengah Covid-19

“Bantuan bibit jagung jenis Hibrida adalah hasil penelitian dan telah di uji coba, sehingga bisa diketahui di mana lokasi yang cocok untuk tanam. Hibrida adalah bibit silangan yang sudah unggul,” jelas Nurhidayat.

Masalah transparansi Poktan itu adalah hal yang perlu dilakukan sehingga mencegah permainan nakal oknum-oknum yang merugikan negara dan korbannya adalah masyarakat. Terkait masalah uji kelayakan itu sudah dilakukan oleh petugas pemeriksa barang yang ada di Distanbun.

“Kedepannya kami akan melakukan revitalisasi tata kelola pertanian menuju tata kelola yang pro petani. Jangan sampai ada lagi pola-pola tidak benar dalam hal bantuan pemerintah,” imbuhnya. *Bang Chan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *